Muharram Bulan Istimewa

PDFPrintE-mail

Apa yang terlintas di kepala pembaca ketika kita mendengar kata Muharram? Tahun baru Hijriah dan puasa Asyura tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, pernahkah pembaca mendengar bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram? Pernahkah juga pembaca mendengar bahwa kata Muharram sendiri disandarkan pada akar kata bahasa Arab ‘ha-ra-ma’ yang berarti haram?

Bulan Muharram sendiri pada masa Jahiliyah bernama Shafar Al-Awwal. Setelah Islam datang, bulan tersebut berganti nama menjadi Muharram, artinya bulan yang diharamkan. Bulan Muharram dan tiga bulan lainnya, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 36 dan hadi Rasulullah SAW menjelaskan tentang larangan untuk berperang atau menumpahkan darah pada keempat bulan tersebut.

Bulan Muharram diidentikkan dengan tahun baru Hijriah, awal tahun Hijriah. Tahun sebagai penanda hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Yastrib/Madinah. Padahal Nabi Muhammad sendiri berhijrah pada bulan Rabi’ul Awwal. Mengapa bulan Muharram yang dijadikan bulan pertama dalam penanggalan Islam? Ternyata penentuan tersebut terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab, dengan pertimbangan bulan Muharram adalah bulan pertama setelah penyelenggaraan ibadah haji berakhir.

Selain keistimewaan namanya, pada bulan Muharram terdapat amalan-amalan sunah yang sangat dianjurkan, salah satunya adalah puasa Asyura. Berdasarkan hadis, puasa Asyura dapat menghapus dosa kita setahun yang lalu. Selain itu, memperbanyak puasa sunah lainnya juga dianjurkan pada bulan ini. Semoga kita bisa mengoptimalkan diri kita di bulan Muharram ini, juga di bulan-bulan lainnya.(izmir)

Most Read Articles

esis emir