Bersedekah Tanpa Harta

PDFPrintE-mail

Ada sekitar 360 persendian dalam tubuh kita, seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW dan dibenarkan oleh para ilmuwan dibidangnya. Setiap persendian dalam tubuh kita mempunyai kewajiban untuk bersedekah setiap harinya. Hal ini sebagai realisasi syukur kita kepada Allah, Dzat yang telah menciptakannya. Bagaimana caranya? Rasulullah SAW menjelaskannya:

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu berat dan lelahnya kita jika harus melakukan berbagai amal tersebut setiap harinya. Sehingga para sahabat bertanya, "Siapa yang sanggup melakukan, wahai Rasulullah?" Maka beliau menjawab, "Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya." (HR Ahmad Abu Dawud)
Rasulullah SAW memberikan kemudahan kepada umatnya, bahwa semua sedekah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing. Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Daqiqil 'Ied.
Jumlah rakaat Shalat Dhuha minimal adalah dua rakaat sedangkan maksimalnya adalah delapan rakaat. Maka, dengan menjalankan dua rakaat Dhuha, kita telah melaksanakan salah satu wasiat Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata, "Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua rakaat shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur." (Muttafaq 'Alaihi)
Meskipun bernilai sunah, shalat ini mengandung banyak fadhilah (keutamaan), sayangnya banyak dari kita yang tidak memperhatikannya. Di antaranya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Darda' RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah ta'ala berfirman, "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya." (HR. Tirmidzi)
Ath-Thayyibi menerangkan bahwa dengan mengerjakan empat rakaat di pagi hari, Allah akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dan menjauhkan kita dari semua yang tidak kita inginkan hingga sore hari. Keutamaan lainnya, orang yang mengerjakannya dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali kepada Allah. Karena shalat Dhuha adalah shalat awwabin, shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (bertaubat). Dalam hadis lain Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pahala orang yang mengerjakan shalat Dhuha seperti orang yang mengerjakan umrah. Karena itu, alangkah baiknya jika kita menyisihkan sedikit waktu misalnya, shalat Dhuha sebelum mulai bekerja atau beraktivitas. Semoga hari yang dijalani diberi keberkahan J

Most Read Articles

esis emir