| Pendidikan • Umum • Agama • Resensi • CSR • Ujian Nasional • Kegiatan Sekolahku |
Rabu, 09 Maret 2011 10:38
MAGELANG, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini, setiap mata ujian terdiri atas lima jenis soal yang berbeda untuk meminimalkan kecurangan. "
Kalau sebelumnya hanya dua jenis soal setiap mata ujian, tahun ini setiap kelas ada lima jenis soal untuk mata pelajaran yang sama untuk lebih meminimalkan kecurangan siswa agar tidak saling menyontek," katanya di Magelang, Minggu (6/3/2011).
Menurut dia, sistem tersebut sudah diujicobakan kepada para peserta UN, dan hasilnya cukup memuaskan.
"Saya tidak mengatakan UN tahun sebelumnya banyak kecurangan. Tetapi, ini hanya untuk meminimalkan terjadinya kecurangan itu," ujarnya menegaskan. Kemungkinan kecurangan lain yang akan dimimalkan adalah pengetatan distribusi soal UN karena proses ini rawan kebocoran.
"Di percetakan akan diawasi, distribusi menuju ke rayon juga diawasi hingga soal benar-benar sampai di sekolah.
Intinya akan diminimalkan kebocoran sebelum ujian," ujarnya. Pengetatan ujian nasional juga dilakukan pada pengawasan oleh tim independen. Ujian tahun ini akan kembali melibatkan dosen-dosen perguruan tinggi sebagai pengawas.
Ujian nasional SMP dan SMA sederajat tahun ini akan digelar April mendatang. Hingga awal Maret ini, persiapan UN sudah mulai dilakukan dengan melakukan lelang terbuka untuk pelaksana percetakan soal-soal ujian.
Bulan April 2011, pemenang tender akan diumumkan. Kementrian Pendidikan Nasional sudah mempersiapkan anggaran sebanyak Rp 500 miliar untuk UN tahun 2011. Anggaran tersebut diambil dari APBN.
Sumber : Kompas.Com

|
... kebijakan yang dilakukan oleh Bapak menteri, patut diacungi jempol demi memajukan mutu pendidikan indonesia namun, perlu diingat juga bahwa untuk melakukan sesuatu hal yang besar biasanya diringi dengan biaya yang cukup besar pula. semoga apa yang menjadi tujuan pembuatan variasi paket soal tersebut dapat dicapai dan berjalan sebagaimana yang diharapkan, akankah mutu kelulusan akan menjadi baik atau malah sebaliknya?? ^_^ |
|
"Betulkah tdk etrjadi kecurangan UN?" Siswa susah curang, tetapi guru & kepsek bisa berbuat curang, dg alasan utk menolong siswa. Apalagi kalo pengawas yg ditunjuk dr PT bisa diajak main mata...! Bahkan tahun lalu, siwa mendapatkan sms jawaban atau bahkan dlm lembar soal yg diterimanya terdapat kunci jawaban yg akurasinya mendekati 10%. Mk tak heran anak2 yg bodoh pun bisa dpt nilai UN 8, 9, bahkan 10, tetapi mereka sesungguhnya tdk bisa apa2. Saya berharap kpd pemerintah agar bisa memperbaiki sistem UN, melaksakan kontrol & pengawasan dg benra..., agar hasil yg diperoleh tdk menipu...! Dan kita kita semua tdk tertipu...! Agar guru tdk menjadi korban & dipakasa harus "begini begitu" dg alasan menolong anak...! Bukankah kita dulu jg pernah sekolah??? |
|
"Mendiknas tdk tahu apa yg sesungguhnya terjadi di lapangan...!" Menteri tdk tahu apa yg sesungguhnya terjadi di lapangan pd waktu pelaksanaan UN, krn beliau hnya menerima laporan...! Kalo beliau mengadakan sidak, saat itu sekolah yg disidak mengkondisikan sedemikian rupa agar pada saat itu semuanya tampak bagus....! pak menteri, kalo mau jujur jangan setengah2, jangan hanya slogan saja...! |
| Terkait |