Menjadi Guru Profesional

PDFPrintE-mail

Ini Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru Profesional


“I am indebted to my father for living, but to my teacher for living well.” (Alexander the Great)

Kalimat itu meluncur dari mulut Alexander the Great (Aleksander Agung), seorang raja besar yang pernah dikenal peradaban manusia. Pada usia 30 tahun, dia telah menjadi pemimpin kekaisaran yang wilayah kekuasaannya membentang mulai dari Laut Ionia, Yunani, hingga pegunungan Himalaya. Dia juga dikenal sebagai komandan perang yang tak terkalahkan.

Dari sejarah juga kita mengetahui, putra dari Filipus II ini adalah murid dari Aristoteles, filsuf besar Yunani yang juga adalah murid dari Plato. Seperti yang Alexander katakan, jika kepada ayahnya dia berutang lantaran telah memberikan kehidupan bagi dirinya, maka kepada sang guru, dia berutang karena telah berhasil memberikan kehidupan yang baik.

Tidak ada yang akan menyangkal  hakikat dari peran seorang guru. Guru apa pun itu. Sistem pendidikan nasional di Indonesia, yang merupakan salah satu garda terdepan pencapaian kesejahteraan bangsa, sedikit-banyak ditentukan oleh kualitas seorang guru. Maka tak heran jika sistem pendidikan nasional Indonesia menempatkan guru bukan semata sebagai suatu profesi.

Guru di Indonesia diharapkan memiliki integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas mulianya. Ada sejumlah kemampuan atau kompetensi penting yang diharapkan dimiliki oleh para guru. Kompetenesi pedagogik, misalnya.  Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Seorang guru, setidaknya harus mampu menjadi pengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi proses pembelajaran yang dia laksanakan dengan baik.

Kemudian ada pula kompetensi personal. Seorang guru tentu tidak cukup hanya memiliki kemampuan terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Seorang guru yang baik adalah seorang guru yang memiliki kepribadian yang arif, dewasa, mantap, berwibawa, sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya. Selain itu, ada yang namanya kompetensi profesional. Kompetensi ini terkait dengan kemampuan seorang guru terhadap penguasaan materi pembelajaran secara mendalam. Seorang guru yang profesional adalah seorang guru yang memiliki pengetahuan yang luas, dan tidak sekadar text book terhadap bidang studi yang menjadi bahan ajarnya. Dengan memiliki kemampuan terhadap lapangan pengetahuannya, seorang guru tentu bisa memilih model, strategi, dan metode pengajaran yang tepat untuk murid-muridnya.

Kompetensi yang juga tak kalah penting untuk dimiliki seorang guru adalah kompetensi sosial. Seorang guru pertama-tama haruslah menyadari peran pentingnya sebagai bagian dari masyarakat. Dia mengetahui apa dan bagaimana seharusnya mereka menjalankan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, sosok guru sebagai tenaga pendidik tidak hanya muncul di dalam ruang kelas, tetapi juga ruang-ruang kehidupan bermasyarakat lainnya.

Lantas bagaimana mewujudkan kompetensi-kompetensi tersebut? Prof. Suyanto, Ph.D. dan Drs. Asep Jihad, M.Pd., menulis buku Menjadi Guru Profesional : Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Dalam buku ini, para guru, mahasiswa program studi keguruan, calon guru, atau masyarakat umum dapat mengetahui pengetahuan seputar dunia belajar-mengajar yang dapat meningkatkan profesionalitas guru. Buku ini menjadi menarik karena tidak hanya ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, tetapi juga disertai contoh-contoh kasus dan pemecahan masalah. Dengan buku ini, diharapkan pendidikan di Indonesia akan lebih maju lagi melalui tangan-tangan guru yang profesional. [IHU]

Most Read Articles

Acara dan Promo


esis emir