PDFPrintE-mail

Menilik Kembali Ujian Nasional Berbasis Komputer

Selama ini, ujian nasional selalu saja menimbulkan polemik. Mulai dari beban mental dan psikologis yang harus ditanggung siswa, ketidakmerataan kualitas pendidikan, banyaknya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah, hingga banyaknya kecurangan selama proses ujian nasional (UN). Permasalahan-permasalahan tersebut, pada akhirnya menuntut pemerintah untuk senantiasa memperbaiki sistem pendidikan, utamanya yang berkenaan dengan pelaksanaan ujian nasional.

Setelah Menteri Pendidikan memutuskan bahwa ujian nasional bukan lagi penentu utama kelulusan siswa, kini juga muncul terobosan terbaru terkait pelaksanaan UN, yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Nasional dengan sistem computer based test (UN-CBT). Ujian Nasional dengan cara ini dianggap mampu menekan biaya anggaran mengingat pelaksanaan ujian yang tidak menggunakan kertas. Selain itu, UNBK ini juga dianggap mampu menekan kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi selama pelaksanaan UN, mengingat hasil ujian yang tidak bisa dibohongi dan lebih cepat diperoleh oleh murid, orang tua, dan sekolah. UNBK ini juga efektif sebagai sarana untuk menghindari terjadinya kebocoran soal.

Terdapat tiga opsi ujian nasional berbasis komputer yang dipertimbangkan Pemerintah, yakni ujian secara offline, online, dan semionline. Yang pertama, UNBK offline dengan menggunakan terminal yang dilayani oleh server lokal tanpa sinkronisasi dengan server pusat. Yang kedua, UNBK semionline yaitu dengan dengan kapasitas terminal dilayani oleh server lokal yang disinkronisasi dengan server pusat. Sedangkan yang ketiga, UNBK online, di mana terminal komputer terhubung ke server pusat secara real time sehingga tidak bergantung pada bandwidth.

Namun, karena pertimbangan ketersediaan dan kestabilan jaringan internet di seluruh daerah di Indonesia. Maka, opsi kedua yaitu pelaksanaan UNBK semionline dianggap sebagai solusi terbaik. Dengan cara ini, siswa akan mengerjakan soal tidak dalam jaringan, hanya memanfaatkan komputer yang tersedia. Proses dalam jaringan hanya dilakukan pada saat sinkronisasi naskah soal serta pengiriman hasil pengerjaan soal oleh peserta didik dari server pusat ke server sekolah dan sebaliknya.

Mengingat ujian nasional dengan sistem ini menggunakan perangkat utama komputer, tentu ketersediaan komputer menjadi hal yang sangat penting. Karena nyatanya, masih banyak sekolah-sekolah yang masih minim terkait ketersediaan fasilitas komputer. Artinya, PR Kementerian Pendidikan untuk menciptakan sistem pendidikan terbaik, tidak boleh berhenti di sini. Masih banyak masalah-masalah yang harus diurai serta diselesaikan demi terlaksananya pendidikan Indonesia yang adil, merata, dan dengan kualitas yang baik.

Nah, agar persiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer lebih maksimal, maka dibutuhkan sebuah media belajar sebagai penunjangnya. Kini telah hadir buku terbaru terbitan Penerbit Erlangga, Simulasi UNBK atau UN CBT (Computer Based Test) SMP/MTs.

Buku ini berisi 36 paket soal yang bisa Anda jadikan sebagai mini tryout. Video tutorial dan pembahasan juga tersedia guna memudahkan pemahaman anak dalam ujian berbasis komputer ini. Soal-soal dalam simulasi ini juga merupakan soal latihan yang disusun berdasarkan tiga level kognitif (pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran dan logika) dan disesuaikan dengan tips HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Sangat menyenangkan, bukan?

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera dapatkan media belajar ini di toko-toko buku terdekat, atau kunjungi www.Bukuerlangga.com untuk melakukan pemesanan online.

Most Read Articles

esis emir