Kategori Komunitas

Juara 2 Teacher of the Year 2011 : Slamet Nugroho S.S.

PDFPrintE-mail

Kak Inug yang Cinta Dunia Anak

Menjadi guru taman kanak-kanak (TK) sebenarnya bukanlah cita-cita Bapak Slamet Nugroho S.S. Guru yang biasa disapa Kak Inug ini awalnya bercita-cita sebagai wartawan. Berbagai pengalaman yang membuatnya berinteraksi dengan anak-anak semasa kuliah, seperti menjadi pendongeng dan terlibat dalam kegiatan Taman Pendidikan Alquran (TPA), ternyata membuatnya mencintai dunia anak. Tahun 2002, ia mengawali kariernya sebagai guru TK di TK Islam Diponegoro, Surakarta. Prestasinya sebagai juara pertama mendongeng guru TK se-Provinsi Jawa Tengah menambah keyakinannya untuk menekuni dunia anak. Tahun 2005, ia hijrah ke Palembang dan mengajar di TK Palm Kids.

Suka dan duka mewarnai keseharian guru yang berlatar belakang pendidikan Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ini. Baginya, ia amat bersyukur ketika selalu dirindukan oleh para muridnya setiap hari. Di manapun ia bertemu dengan para muridnya, mereka tanpa malu akan memanggil nama Kak Inug dan langsung menyalami atau memeluknya. Ia juga amat bangga melihat perubahan sikap dan tingkah laku para muridnya menjadi lebih baik setelah mendengar ceritanya maupun melakukan aktivitas bersamanya. Namun, ada kalanya Kak Inug bersedih saat menghadapi orang tua yang selalu memaksakan keinginan mereka pada anak. Misalnya, ketika orang tua berkeluh kesah karena anak mereka belum bisa membaca, menulis, atau berhitung. Saat menghadapi hal itu, Kak Inug biasanya memberikan pengertian bahwa kecerdasan anak tidak selalu berhubungan dengan kecerdasan intelektual saja. Namun, masih banyak kecerdasan-kecerdasan lain yang bisa digali dan ditumbuhkan dalam diri anak.

Kak Inug mengajar dengan melibatkan setiap anak untuk ikut beraktivitas sesuai tema. Biasanya, ia mengawali kegiatan dengan bercerita. Misalnya, tema pembelajaran adalah makhluk hidup. Ia pun akan bercerita tentang siklus kehidupan kupu-kupu. Ia akan membawa kupu-kupu yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang, lengkap dengan daun, ulat, dan kepompongnya. Setelah itu, ia akan mengajak mereka beraktivitas, seperti menggambar dan menghitung kupu-kupu. Ia selalu berusaha menciptakan kegembiraan saat bermain dan belajar, sesuai dengan moto sekolah yaitu “Learning is Fun”. (Foto: Dok. Pribadi)

Most Read Articles

esis emir