Tuntunan Salat Rasullullah SAW Berdasarkan Hadis-Hadis Sahih

SALAT merupakan tiangnya agama (‘imadud-din). Seluruh amal seorang muslim tergantung pada salatnya. Jika salat seorang muslim terjaga dengan baik dan benar, maka akan baik pula catatan ibadah lain yang dilakukannya. Salat bukan semata-mata ibadah yang wajib dilakukan, bahkan salat menjadi kebutuhan jasmani maupun rohani seorang muslim.

Materi penulisan buku ini berawal dari majelis-majelis kajian, pengajian, dan diskusi mengenai fikih salat yang penulis asuh, yang akhirnya memunculkan banyak permintaan dari Jemaah dan pembaca setia buku-buku penulism agar penjelasan tentang praktik salat yang dilakukan Rasullullah SAW dan para sahabatnya di tulis secara lengkap dan ringkas.

Diawali ajaran Rasullullah SAW mengenai persiapan melaksanakan salat yang dikupas di Bagian 2. Rasullullah SAW pernah bersabda bahaw seorang muslim belum diangga memiliki keimanan yang sempurna jika belum dapat mendatangkan rasa aman dan kesesalamatan bagi sesamanya. Hal ini digambarkan di dalam rukun salat yang terakhir, yakni ketika mengucapkan salam (keselamatan) sambil menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.

Penegakkan ajaran Islam dapat dimulai dari basis terkecil umat, yakni keluarga. Pendidikan salat ini harus didepankan dibandingkan dengan pendidikan lain, seperti mencari nafkah. Rasullullah SAW juga menekankan agar para orang tua mewajibkan anak-anaknya untuk melaksanakan salat saat mereka berusia 10 tahun.

Salat fardu wajib dilakukan oleh mukalaf (orang yang telah balig dan berakal) ialah lima kali dalam sehari semalam. Salat lima waktu yang diwajibkan tersebut masing-masing sudah mempunyai waktu yang ditentukan Allah SWT (Q.S. An-Nisa [4]:103). Ketepatan waktu-waktu salat secara terperinci sesuai hadis Rasullullah SAW (Shahih al-Bukhari [535]; Shahih Muslim[612]).

Pada bagian ini pula membahas beberapa topic di antaranya, permasalahan seputar mandi wajib, persoalan mengenai wudu, tayammum, apakah menyentuh istri sendiri membatalkan wudu?, rajin ke masjid tanda sempurnanya imam dan sebagainya.

Bagian 2 mengupas panduan Rasullullah SAW dalam pelaksanaan salat, berniat dalam ibadah, termasuk salat, merupakan pelaksanaan sabda Nabi SAW bahwa segala sesuatu tergantung pada niat, dan seseorang hanya akan mendapat dari apa yang diniatkannya.

Gerakan setelah berdiri tegak melafazkan niat adalah mengangkat kedua tangan sampai ujung jari sejajar dengan telinga, dan telapak tangan sejajar dengan bahu, ibu jari tangan bertemu dengan daun telinga. Posisi tangan sejurus dengan bahu (pundak), sambil membaca Takbiratul Ihram, “Allahu Akbar”.

Setelah Takbiratul Ihram, kedua belah tangan disedekapkan pusat dada (pulung ati), lalu meletakkan tangan kanan diatas punggung tangan kiri sambil memegang pergelangan tangan kiri.

Memilih doa Iftitah, membaca Bismillah ketika membaca surah Al-Fatihah dan anjuran membacanya ayat demi ayat, Bacaan Al-Fatihah dengan Bismillah dalam salat (perspektif tarikh tasyri’), tujuh belas Hujjah Bismillah bagian dari surah Al-Fatihah ini merupakan di antara dari beberapa topic yang dibahas pada bagian 2 buku ini.

Tuntunan Rasullullah SAW tentang beberapa perbuatan sunah setelah salat dibahas di bagian 3. Topic-topik yang dibahas di antaranya. Mengusap wajah setelah salat, berdoa setelah salat, berzikir setelah salat, wiridan zikir dan doa berjamaah setelah salat, mengeraskan zikir setelah salat.

Judul               : Tuntunan Salat Rasullullah SAW Berdasarkan Hadis-Hadis Sahih

Penulis             : K. H. Muhammad Sholikhin

Penerbit           : Emir Cakrawala Islam

Terbit               : 2018

Tebal               : XIV + 345 Halaman

Sumber            : Harian Fajar Makassar

Most Read Articles

esis emir