Menjadi Mahasiswa Baru?

PDFPrintE-mail

Menjadi mahasiswa baru menurut penulis sangatlah unik. Kenapa bisa unik? Karena menjadi mahasiswa baru adalah momen-momen di mana kita tengah membuka gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya. Momen tersebut hanya dapat kita lalui sekali seumur hidup ketika menjadi mahasiswa baru. Sesuatu yang belum pernah kita kenal dan ketahui sebelumnya dapat kita temui ketika kita menginjakkan kaki di dunia perguruan tinggi.

Menjadi mahasiswa baru pasti identik dengan yang namanya ospek. Ya, ospek sering menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian calon mahasiswa baru. Penulis memiliki segudang pengalaman unik ketika menjadi mahasiswa baru dan mengikuti ospek di kampus. Kampus kami adalah kampus seni yang selalu identik dengan hal-hal yang berbau nyeleneh dan tidak lumrah seperti kampus-kampus lain pada umumnya. Di kampus kami, mahasiswa benar-benar dibiarkan mengalir sesuai dengan bakat dan kemampuan seni masing-masing. Maka tak heran apabila penampilan maupun perilaku mahasiswa seni begitu unik dan berbeda dengan kebanyakan mahasiswa lainnya.

Pengalaman penulis menjadi mahasiswa baru dimulai kala itu tahun 2012 ketika mengikuti ospek di kampus. Apa yang penulis khawatirkan selama ini tentang ospek ternyata berubah 180 derajat. Ospek yang dilaksanakan di kampus kami adalah ospek paling unik yang tidak akan pernah ditemukan di kampus-kampus lain kebanyakan. Bayangkan saja hampir tidak ada perpeloncoan sama sekali, yang ada justru canda dan tawa dengan kakak tingkat senior yang ketika itu menjadi panitia ospek. Mereka mengatakan justru dengan cara itulah keakraban antar senior dan junior dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Ya, di kampus kami sistem ospek benar-benar diberi label kesenian. Apabila seorang mahasiswa baru berbuat kesalahan, maka akan diberi sanksi sesuai dengan jurusan yang diambil oleh masing-masing mahasiswa. Mahasiswa jurusan tari misalnya, apabila salah satu ada yang berbuat kesalahan maka sanksinya diwajibkan menari di depan mahasiswa lainnya. Begitu juga jurusan seni rupa, mereka diwajibkan membuat sketsa wajah maupun sketsa lingkungan sekitar kampus sebagai sanksinya.

Tidak hanya itu, ospek kami kala itu turut melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sekitar kampus dengan menyajikan hiburan berupa pertunjukkan pawai kostum keliling sekaligus memperkenalkan bahwa ospek itu tidak selamanya menakutkan dan penuh dengan kekerasan. Kostum pun kami hias penuh pernak-pernik sesuai dengan tema ospek kami di mana mengambil tema Ganesha, yang merupakan Dewa Ilmu Pengetahuan. Sehingga kami pun pawai keliling dengan menggunakan kostum Ganesha dengan berbagai macam versi yang tentunya berbeda-beda tiap kelompok.

Penutupan ospek pun tak kalah jauh menariknya. Pada malam penutupan diadakan pertunjukkan inagurasi masing-masing kelompok ospek, di mana saling menampilkan kebolehannya dalam tampil di atas panggung pendapa. Ospek pun ditutup dengan kenangan yang manis di mana kami dipertontonkan video dokumenter masa-masa ospek kami yang telah direkam sebelumnya oleh para panitia. Ospek telah menghasilkan segalanya. Melatih kedisiplinan, saling tolong-menolong, melatih kekompakan tim, menambah relasi teman antar jurusan dan fakultas bahkan cinta lokasi atau yang biasa dikenal cinlok dapat terjadi ketika ospek. Dan penulis pun berhasil menggaet satu teman cewek satu kelompok kala itu. Hehehe, tidak bisa dibayangkan betapa masih lugunya kami ketika itu. Ternyata begitu banyak cerita unik dan kenangan manis ketika kita menjadi mahasiswa baru.

Oleh: Bintang Maulana Zakariya

Most Read Articles

Kontak Kami

PT. PENERBIT ERLANGGA

Jl. H. Baping Raya No. 100
Ciracas, Jakarta Timur 13740
Telp. (021) 871 7006
Fax. (021) 877 946 09
Whatsapp. 08191-1500-885
Hotline. 1500-885


esis emir