PDFPrintE-mail

Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen dan Fabel


Aspek kebahasaan yang membangun cerpen adalah sebagai berikut.

  1. Kosakata
  2. Gaya bahasa : Aspek ini berfungsi meningkatkan efek makna dengan jalan membandingkan suatu benda atau hal lain tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini akan menimbulkan makna konotasi.
  3. Kalimat yang menggambarkan peristiwa. Kalimat deskripsi adalah jenis yang sering digunakan dalam cerpen untuk lebih menghidupkan cerita.
  4. Bahasa tidak baku dan tidak formal. Penulis menggunakan bahasa yang tidak formal karena cerita pendek mengisahkan kehidupan sehari-hari. Bahasa tidak formal membuat cerita pendek terasa lebih nyata.

Adapun dalam mengidentifikasi unsur kebahasaan fabel, ciri-ciri kebahasaan fabel perlu diperhatikan dan dipahami. Ada beberapa ciri kebahasaan dalam fabel, yaitu menggunakan hewan sebagai tokoh utama dan dapat bertingkah seperti manusia, menunjukkan penggambaran moral dan kritik tentang kehidupan di dalam ceritanya, penceritaan yang pendek dan menggunakan pilihan kata yang mudah, menceritakan antara karakter manusia yang lemah dan kuat, menggunakan latar alam, dan memuat informasi berdasarkan khayalan (fiksi).


Sumber : Fokus UN SMP/MTs 2019 / Bahasa Indonesia
Penulis : Sukismo, dkk
Most Read Articles

Kontak Kami

PT. PENERBIT ERLANGGA

Jl. H. Baping Raya No. 100
Ciracas, Jakarta Timur 13740
Telp. (021) 871 7006
Fax. (021) 877 946 09
Whatsapp. 08191-1500-885
Hotline. 1500-885


esis emir