PDFPrintE-mail

Manfaat Konsumsi Sayur Organik Bebas Pestisida


 

Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Komoditas ini dapat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Peran besar bagi kesehatan ini belum banyak dipraktikan oleh masyarakat. Data Riskesdas tahun 2013 menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia >10 tahun, tidak mengkonsumsi sayuran sesuai dengan anjuran (250 gram/hari menurut WHO).  Sangat disayangkan ya? Sebagai warga negara Indonesia yang tanahnya subur dan bisa tanam banyak jenis sayuran, kita harus mulai tanamkan kebiasaan makan sayur untuk sejak usia dini.

Tapi, tahukah Anda? Hasil penelitian dari Miskiyah dan Munarso (2009) menunjukkan bahwa terdapat cemaran residu pestisida sebesar 55,6 – 100% pada beberapa sampel sayur seperti selada, cabai, dan bawang merah. Mengkhawatirkan, ya?!

Bukankah ada slogan bahwa mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati? Yuk mulai investasi untuk kesehatan kita dengan mengkonsumsi produk-produk organik sebagai wujud terhadap kepedulian diri atau pencegahan dari serangan penyakit. Konsumsi hasil budidaya organik, terutama komoditas sayuran membantu masyarakat untuk terhindari dari risiko penyakit.

 

Kajian terhadap kandungan tanaman yang dibudidayakan secara organik menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi yaitu antara 18 – 60%, dan aktivitas ini mengurangi risiko masyarakat terkena penyakit kronik seperti penyakit jantung, penyakit neurodegeneratif, dan kanker (Branski et al, 2014). Selain itu, wanita yang mengkonsumsi produk organik juga memiliki risiko 21% lebih rendah terhadap non-hodgkin lympoma (Bradbury, 2014). Maka dari itu, mari kita mulai konsumsi sayur organik!

Sumber : belanjaorganik.com

Foto : Dokumentasi Enatura dan Penerbit Esensi

Pre-Order sayur sehat bebas pestisida melalui belanjaorganik.com (Whatsapp 081932062906)


Konsumsi Karbohidrat Low GI agar Puasamu Penuh Energi


Menyambut bulan suci ini, Anda pasti sibuk menyusun menu santap sehat untuk sahur dan berbuka. Berpuasa di bulan Ramadhan selain diwajibkan bagi umat Islam, juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang diyakini oleh praktisi dan komunitas peduli sehat. Selain bisa menurunkan berat badan dengan cara yang sehat, puasa juga baik dilakukan oleh orang-orang yang memiliki sakit maag bila menerapkan menu sahur dan berbuka yang baik.

Menu utama dalam santapan kita sehari-hari adalah karbohidrat. Namun, tahukah Anda bahwa karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, yaitu beras putih, memiliki kadar indeks glikemik yang cukup tinggi?

Kadar glikemik menentukan kecepatan waktu yang dibutuhkan karbohidrat yang dikonsumsi untuk meningkatkan kadar gula darah; semakin cepat gula darah seseorang naik saat mengkonsumsi karbohidrat, maka semakin besar nilai GI nya, dan begitu pula sebaliknya.

Karbohidrat dengan kadar glikemik rendah bisa menjadi pilihan sahabat belanja organik memaksimalkan ibadah puasa, lho. Kandungan glikemik yang rendah memberikan energi yang berkelanjutan karena proses pencernaannya di dalam tubuh kita berlangsung lebih lambat, sehingga kita akan tetap merasa kenyang dalam waktu yang lama.

Sumber karbohidrat low GI yang direkomendasikan oleh kami sebagai pilihan saat sahur dan berbuka adalah sebagai berikut:

  1. Enatura Ubi Ungu Sehat Nonpestisida

Ubi ungu yang kaya mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas juga ternyata memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Karbohidrat dalam ubi jalar lebih lambat dalam meningkatkan gula darah karena kadar GI-nya yang rendah, yaitu 54. Kandungan vitamin A-nya hampir dua kali lipat dari yang disarankan dikonsumsi setiap hari. Selain itu, kandungan vitamin C-nya dapat mencukupi 60% kebutuhan harian tubuh. Jangan lupa masukkan Enatura ubi ungu sehat nonpestisida dalam menu santap sahur dan berbuka anda.


2.       Enatura Beras Merah Organik

Beras merah masih merupakan pilihan kedua terpopuler setelah beras putih bagi masyarakat Indonesia. Selain kaya akan antioksidan, serat, protein, dan vitamin, beras merah juga memiliki nilai indeks glikemik yang rendah, yaitu 50. Untuk mendapatkan rasa beras merah yang dapat diterima oleh seluruh keluarga, Anda juga bisa kreasikan menu nasi bakar merah juga lho. Menu dapat dilihat di buku-buku resep terbitan kami. Untuk mendapatkan produk beras merah terbaik, Anda dapat membeli Enatura beras merah organik karena 100% tersertifikasi organik, low GI, tanpa modifikasi genetic, dan tanpa bahan pewarna dan pengawet.


3.       Enatura Beras Cisokan Organik

Sudah tahukah Anda mengenai beras Cisokan? Beras Cisokan merupakan salah satu varietas beras asli Indonesia yang memiliki kadar indeks glikemik paling rendah. Karena nilai kadar glikemiknya yang rendah, beras Cisokan juga dapat dikonsumsi pengidap diabetes mellitus tahap 2. Selain untuk penjagaan diri dari risiko para pengidap diabetes, konsumsi beras Cisokan juga baik untuk kesehatan kita sehari-hari. Beras Cisokan Enatura 100% tersertifikasi organik, low GI, tanpa modifikasi genetik dan tanpa bahan pemutih dan pengawet.


Sumber : belanjaorganik.com

Foto : Dokumentasi Enatura dan Penerbit Esensi

Pre-Order sayur sehat bebas pestisida melalui belanjaorganik.com (Whatsapp 081932062906)


Most Read Articles

Acara Akan Datang


esis emir