Surga di Bawah Laut: Mengapa Indonesia Disebut sebagai Amazon Lautan Dunia

Surga di Bawah Laut: Mengapa Indonesia Disebut sebagai Amazon Lautan Dunia

Dipublikasikan pada: 08 Jun 2026

Sumber: Envato

Indonesia memiliki ekosistem laut yang sangat kaya. Bahkan, banyak ilmuwan menyebut Indonesia sebagai “Amazon Lautan Dunia”. Julukan ini muncul karena laut Indonesia menyimpan ribuan spesies ikan, terumbu karang, hingga hewan laut langka.

Saat Sahabat Erlangga menyelam atau melihat dokumenter bawah laut Indonesia, kita bisa menemukan warna-warni kehidupan yang luar biasa. Tidak heran jika momentum Hari Laut Sedunia setiap 8 Juni menjadi pengingat penting agar kita ikut menjaga kekayaan laut Indonesia.

Apa Itu Ekosistem Laut?

Ekosistem laut adalah hubungan antara makhluk hidup di laut dengan lingkungan sekitarnya. Di dalamnya ada ikan, terumbu karang, plankton, rumput laut, mangrove, dan berbagai organisme lain yang saling bergantung.

Terumbu karang, misalnya, menjadi rumah bagi banyak ikan kecil. Selain itu, mangrove membantu melindungi pantai dari abrasi. Sementara itu, plankton menjadi sumber makanan bagi hewan laut yang lebih besar. Semua bagian tersebut bekerja seperti rantai kehidupan yang saling terhubung.

Karena itu, ketika satu bagian rusak, bagian lain juga ikut terdampak. Selain itu, laut bukan hanya tempat hidup ikan, tetapi juga sumber makanan, oksigen, dan mata pencaharian bagi manusia.

Sumber: Envato

Mengapa Indonesia Disebut Amazon Lautan Dunia?

Indonesia berada di kawasan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang Dunia. Kawasan ini memiliki biodiversitas laut terbesar di dunia. Menurut WWF, lebih dari 75% spesies terumbu karang dunia hidup di wilayah ini.

Selain itu, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai yang sangat panjang. Kondisi tersebut membuat laut Indonesia menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan dan mamalia laut.

Sahabat Erlangga bisa menemukan penyu, hiu paus, pari manta, hingga lumba-lumba di berbagai wilayah Indonesia. Raja Ampat di Papua Barat bahkan dikenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di dunia.

Ancaman terhadap Ekosistem Laut

Sayangnya, ekosistem laut menghadapi banyak ancaman. Sampah plastik menjadi masalah terbesar karena mencemari laut dan membahayakan hewan laut. Selain itu, pemanasan global menyebabkan suhu laut meningkat dan memicu kerusakan terumbu karang.

Penangkapan ikan secara berlebihan juga mengganggu keseimbangan ekosistem. Jika kondisi ini terus terjadi, banyak spesies laut bisa menghilang. Karena itu, kita perlu mulai peduli pada lingkungan laut dari sekarang.

Cara Kita Ikut Menjaga Laut Indonesia

Sahabat Erlangga bisa memulai dari langkah sederhana. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan jangan membuang sampah ke sungai atau laut. Selain itu, kita juga bisa mendukung kampanye lingkungan dan mempelajari pentingnya menjaga laut.

Semakin banyak kita belajar, semakin besar rasa peduli terhadap lingkungan. Kita juga dapat membaca buku pengetahuan tentang laut dan ekosistem untuk memahami kehidupan bawah laut secara lebih menarik.

Belajar Tentang Laut lewat Buku

Belajar tentang laut tidak harus selalu lewat perjalanan jauh. Kita bisa mulai lewat buku edukasi dan ensiklopedia sains dari Erlangga yang membahas lingkungan, biologi, dan kehidupan bawah laut dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga ikut menjaga masa depan laut Indonesia.

 

Referensi:

  1. National Geographic. Marine Ecosystems. https://education.nationalgeographic.org/resource/marine-ecosystems/
  2. Good News From Indonesia. 2025. Ternyata Bumi Punya “Amazon” Lain Versi Lautan, Pusatnya Ada di Indonesia! https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/01/08/ternyata-bumi-punya-amazon-lain-versi-lautan-pusatnya-ada-di-indonesia
  3. WWF. What is the Coral Triangle?  https://wwf.panda.org/discover/knowledge_hub/where_we_work/coraltriangle/ 

 

Tautan disalin
https://www.erlangga.co.id/berita-event/news/ekosistem-laut-indonesia-amazon-lautan-dunia

Rekomendasi Berita Lainnya