Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

09 Feb 2026

Spesifikasi

  • Kode buku: 7070040010

  • Judul: Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

  • ISBN: 9786342660492

  • Penerbit: Erlangga

  • Penulis: Tim IAIS (Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, Oeke Yunita, Ramdhani Gumilar, Lukas, Dicky Bagus Widhyatmoko, Hindriyanto Dwi Purnomo, Muhammad Rizky Pribadi, Telly Kamelia)

  • Editor: Imam Fachdrian R. dan Emiria Hanissa

  • Ukuran: 15,7 x 24 cm

  • Halaman: 88

Sinopsis:

Buku ini sangat bagus sebagai referensi terkait pemahaman Kecerdasan Artfisial. Untuk yang baru mulai belajar buku ini memberi penjelasan yangsangat runut mulai dari pengertan dasar hingga teknik yang lebih mendalam. Tidak ketnggalan juga aplikasinya yang mudah dicerna.”
—Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., Ketua Umum Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) bidang Cyber
“Buku yang luar biasa. Kecerdasan Artfisial diulas mendalam dan menarik,sehingga memudahkan pembaca memahaminya. Bukt bahwa teknologi selalumemerlukan sentuhan dan keterlibatan manusia.”
—Aju Widya Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Thumbs up!!! “Apa Itu Kecerdasan Artfisial” menurut saya menarik karena berhasil menjembatani antara bahasa akademis dan pemahaman sehari-hari. Kalau dilihat dengan kacamata saya yang awam, buku ini tdak sekadar menjelaskan AI sebagai teknologi, tapi juga sebagai cermin yang menyorot “keterbatasan manusia.” Di sini, mesin jadi sepert murid yang tekun tapi tdakpunya rasa, sementara manusia sering malas berpikir. Nilai lokalnya terasa saat konsep “kecerdasan” dikaitkan dengan kearifan alami, sepert tanaman yangtahu kapan harus berhent foto sintesis. Itu bukan sekadar contoh biologis, tapi refleksi budaya: bahwa kecerdasan yang benar selalu tahu kapan harus berhenti, bukan kapan harus menang. Dalam konteks Nusantara, mungkin AI bisa belajar sedikit tentang “tahu diri.”
—Alfred Boediman, Ph.D,co founder SJS Partners and Investors, founder IndonesiaAI Society (IAIS)


Tautan disalin
https://www.erlangga.co.id/buku-terbaru/7070040010