Dipublikasikan pada: 12 Feb 2026
The Voice Fest at Braga 2026 menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Kegiatan yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di kawasan Braga, Bandung, ini menghadirkan kompetisi paduan suara serta pidato berbahasa Inggris dan Belanda yang dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan soft skills mahasiswa.

Assistant Managing Director dari Penerbit Erlangga, Hiko Erlina, menyampaikan bahwa melalui The Voice Fest at Braga, mahasiswa didorong untuk belajar berkompetisi secara sehat sekaligus mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kreativitas. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Festival ini tidak semata-mata perlombaan, tetapi juga wadah pembelajaran dan pengembangan karakter positif bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Hiko. Ia menambahkan, pengalaman tampil di panggung, berinteraksi dengan juri, serta melalui proses seleksi yang ketat menjadi bagian dari pembelajaran yang bermakna bagi peserta.
Pandangan para juri turut menegaskan The Voice Fest at Braga sebagai ruang belajar yang mendorong keberanian, kepercayaan diri, dan proses pengembangan diri mahasiswa. Juri Choir Competition, Septo Adi Kristanto, menekankan bahwa keberanian untuk tampil merupakan langkah awal dalam perjalanan berkesenian. Ia menyampaikan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk bernyanyi dan mengekspresikan diri, terlepas dari hasil akhir yang dicapai.

Sementara itu, juri English Speech Competition, Buyung Alfian Noris Sudrajat, menjelaskan bahwa peserta ditantang untuk menyusun pidato baru dengan tema yang telah ditentukan. Tantangan tersebut menjadikan kompetisi sebagai sarana melatih kemampuan berpikir cepat, penguasaan materi, serta kepercayaan diri. Hal senada disampaikan Dr. Lestari Manggong yang menilai bahwa kualitas peserta relatif merata, sehingga aspek penyampaian pesan (message delivery) dan keyakinan diri menjadi pembeda utama dalam penilaian.
Rangkaian The Voice Fest at Braga melibatkan mahasiswa dari 31 perguruan tinggi dengan total partisipasi sekitar 2.500 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, ratusan peserta terpilih melaju ke babak semifinal dan final untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Proses seleksi ini menuntut kesiapan materi, ketangguhan mental, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur dan meyakinkan.
Melalui The Voice Fest at Braga, Penerbit Erlangga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan potensi generasi muda Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis, kreatif, dan berkarakter.