Merayakan Bakat dan Bahasa: Inilah Juara The Voice Fest at Braga

Merayakan Bakat dan Bahasa: Inilah Juara The Voice Fest at Braga

Dipublikasikan pada: 09 Feb 2026

Bandung, 8 Februari 2026 — Rangkaian The Voice Fest at Braga resmi berakhir pada Minggu (8/2/2026) dengan pelaksanaan grand final kompetisi dan pengumuman pemenang dari tiga kategori lomba yang digelar oleh Penerbit Erlangga. Selama dua hari pelaksanaan, kawasan Braga, Bandung, menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat untuk merayakan suara, bahasa, dan kreativitas.

Hari penutupan The Voice Fest at Braga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan musik yang berlangsung di kawasan jalan Braga, beriringan dengan final kompetisi yang diselenggarakan di Gedung De Majestic. Perpaduan antara kompetisi, festival musik, dan pameran mencerminkan semangat acara sebagai ruang edukatif yang dikemas secara terbuka dan inklusif.

Pada hari kedua ini pula, tiga kompetisi utama memasuki babak final, yaitu Choir Competition, English Speech Competition, dan Netherlandse Spraakwedstrijd (pidato berbahasa Belanda). Para finalis tampil maksimal di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan pelaku seni.

Salah satu juri English Speech Competition, Buyung Alfian Noris Sudrajat dari British Council, menyampaikan bahwa proses penilaian pada babak final menuntut ketelitian tinggi.
Ia menjelaskan bahwa sepuluh finalis yang tampil merupakan peserta terpilih dari sekitar 800 pendaftar yang telah melalui tahapan seleksi awal.

“Menilai peserta di tahap akhir ini sangat menantang karena kualitas mereka relatif merata. Setiap peserta memiliki kekuatan masing-masing, terutama dari sisi penguasaan materi dan cara penyampaian,” ujar Buyung.

Salah satu juri Netherlandse Toespraakwedstrijd, Dr. Indira Ismail, S.S., M.A., menyampaikan apresiasinya terhadap kompetisi ini. Menurutnya, The Voice Fest at Braga menjadi ruang penting untuk menghimpun penutur bahasa Belanda di Indonesia yang jumlahnya relatif terbatas, sekaligus memperluas minat mahasiswa terhadap bahasa asing.

“Acara ini menarik karena mampu menghimpun penutur bahasa Belanda dari berbagai kampus. Meskipun program studi bahasa Belanda di Indonesia masih terbatas, minat mahasiswa justru terus meningkat,” ujarnya.

Septo Adi Kristanto, Pendiri sekaligus Choirmaster Jakarta Youth Choir, menilai The Voice Fest at Braga berhasil menghadirkan keberagaman karakter musikal dari berbagai daerah. Menurutnya, perbedaan warna vokal justru menjadi kekuatan yang memperkaya pengalaman kompetisi secara keseluruhan.

“Selama dua hari penyelenggaraan, kami menemukan banyak warna musikal yang menarik, terutama di babak grand final. Ada paduan suara dari Jawa Barat yang membawakan lagu dengan warna vokal yang sangat Sunda, dan itu menjadi kekuatan hingga berhasil masuk tiga besar,” ujar Septo.

Di luar konteks penilaian kompetisi, Septo juga menyampaikan pesan reflektif bagi generasi muda yang menekuni dunia seni suara. Ia menekankan bahwa keberanian untuk bernyanyi adalah langkah awal dalam perjalanan berkesenian.

“Prinsip saya sederhana: if you can speak, you can sing; if you can walk, you can dance. Tidak ada orang yang benar-benar tidak bisa bernyanyi. Soal bagus atau tidak, itu urusan belakangan—yang penting berani bernyanyi terlebih dahulu,” tuturnya.

Daftar Pemenang Grand Final “The Voice Fest at Braga”

English Speech Competition

  • Juara I: Habibie Fauzan H. — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Juara II: Aulia Nadia Azizah — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya)
  • Juara III: Francesco Sudibyo — Universitas Bina Nusantara (Malang)

Netherlandse Toespraakwedstrijd

  • Juara I: Angela Merici Retna P. — Universitas Indonesia (Depok)
  • Juara II: Azka Siti Nur’azizah — Universitas Indonesia (Depok)
  • Juara III: Dinda Syaraya Fitridai — Universitas Indonesia (Depok)

Choir Competition

  • Juara I: PSM Swara Wadhana — Universitas Negeri Yogyakarta
  • Juara II: PSM Gema Gita Bahana — UIN Maulana Malik Ibrahim (Malang)
  • Juara III: Partere Voce — Universitas Pendidikan Indonesia
  • Best Conductor: Saddam Syafier Afyzon — UIN Maulana Malik Ibrahim (Malang)
  • Best Choreography: Telkom University Choir — Telkom University
  • Best Obligatory Song: PSM Gema Gita Bahana — UIN Maulana Malik Ibrahim (Malang)

Melalui The Voice Fest at Braga, Penerbit Erlangga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pengembangan potensi mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta apresiasi terhadap seni dan bahasa.

Tautan disalin
https://www.erlangga.co.id/berita-event/news/the-voicefest-at-braga

Rekomendasi Berita Lainnya